Daftar pustaka adalah sumber referensi dalam penulisan, seperti, buku skripsi, jurnal dan lainnya. Sumber tersebut bisa berupa buku, jurnal, jurnal online hingga surat kabar maupun majalah. Sehingga, daftar pustaka haruslah ditulis dengan benar dan urut, agar sumber tulisan jelas. Di mana urutan penulisan daftar pustaka yang benar adalah sebagai berikut.

5 Urutan Penulisan Daftar Pustaka yang Benar

  1. Nama Penulis

Hal pertama yang harus kamu cantumkan dalam daftar pustaka adalah nama penulis dari buku, jurnal atau majalah yang dijadikan sumber. Dalam menuliskan nama penulisnya, tulislah nama belakangnya terlebih dahulu. Kemudian, diikuti dengan tanda koma, lalu baru tulis nama depan dan tengah si penulis.

Nah, jika sumber tersebut ditulis oleh dua atau tiga orang, maka hanya penulis pertama yang namanya dibalik saja, dan untuk nama penulis lainnya tidak dibalik ya, tetapi jangan lupa beri kata penghubung dan.

Sedangkan, jika nama pengarang lebih dari tiga, maka tambahkanlah kata dkk (dan kawan – kawan) setelah dua nama penulis. Namun perlu diingat ya, penulis pertama tetap dibalik.

Kemudian, jika penulis sumber tersebut memiliki gelar, maka gelar tersebut tidak perlu dicantumkan. Kamu hanya perlu menuliskan namanya saja.

Terakhir, jika kamu sudah selesai menuliskan nama penulis, jangan lupa beri tanda titik di akhir atau belakang namanya ya.

  1. Tahun Terbit

Urutan penulisan daftar pustaka selanjutnya adalah tahun terbit sumber yang dijadikan referensi. Namun, kamu perlu tahu, penulisan tahun terbit pada setiap sumber berbeda ya.

Jika sumber tersebut berupa buku, maka kamu hanya menuliskan tahun terbitnya saja. Sedangkan jika sumber tersebut berupa jurnal baik yang offline maupun online, kamu perlu cantumkan juga jilid serta nomor seri. Kemudian, beri tanda titik setelah kamu menuliskan tahun terbit.

  1. Judul

Setelah tahun terbit, kamu cantumkan judul buku, atau jurnal yang kamu gunakan sebagai referensi atau acuan dalam penulisan.

Nah, berbeda dari nama penulis dan tahun terbit, khusus untuk penulisan judul, kamu harus menggunakan font italic atau judul tersebut dicetak miring ya.  Lalu, seperti biasa, beri tanda titik di belakang judul buku atau jurnalnya.

  1. Tempat atau Kota Terbit dan Penerbit

Urutan berikutnya adalah kota terbit dan penerbit. Penulisan dengan tempat atau kota terbit dan penerbit hanya berlaku untuk sumber yang berupa buku.

Dalam penulisannya, tempat atau kota terbit yang kamu tuliskan terlebih dahulu. Setelah itu, kamu beri tanda titik dua (:). Lalu, baru kamu tulis nama penerbit dari buku tersebut deh. Dan, jangan lupakan tanda titik di belakang nama penerbit ya.

  1. Link atau Alamat Website

Link atau alamat website juga harus kamu cantumkan jika sumber tersebut kamu ambil dari internet. Di mana link atau alamat website ini kamu tulis setelah judul ya. Dengan kata lain, tempat atau kota terbit dan penerbit diganti dengan link atau alamat website dari sumber yang kamu kutip.

Nah, itulah urutan penulisan daftar pustaka yang benar. Semoga, dengan adanya informasi ini, kamu jadi bisa menulis daftar pustaka dengan baik ya.